BerandaBerita UtamaDuka Warga Taburkan Bunga Mengenang 16 Korban Tabrakan Kereta Bekasi Timur

Duka Warga Taburkan Bunga Mengenang 16 Korban Tabrakan Kereta Bekasi Timur

- Advertisement -

Suasana haru dan duka mendalam masih menyelimuti Stasiun Bekasi Timur. Tragedi memilukan berupa tabrakan antara KA Argo Bromo dengan Kereta Rel Listrik (KRL) yang merenggut 16 korban jiwa tersebut benar-benar meninggalkan duka kolektif, tidak hanya bagi keluarga korban, tetapi juga bagi masyarakat luas.

Sebagai bentuk simpati dan penghormatan terakhir, sejumlah warga tampak silih berganti mendatangi stasiun untuk meletakkan karangan dan buket bunga. Simbol belasungkawa ini perlahan memenuhi sudut-sudut stasiun, menjadi saksi bisu kesedihan publik.

Salah seorang warga bernama Jeje terlihat ikut menaruh buket bunga di lokasi.

“Kami berdua yang pertama memang menaruh belasungkawa dan juga sedih,” tutur Jeje saat dijumpai di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Sabtu (2/5/2026).

Penghormatan untuk Para Wanita Tangguh

Jeje menyoroti fakta memilukan bahwa banyak dari para korban tersebut adalah sosok wanita pekerja keras yang menjadi tumpuan harapan keluarganya. Sebagai sesama perempuan, ia merasa sangat kehilangan dan bersimpati.

“Semuanya itu wanita pejuang. Wanita yang tangguh. Wanita yang berjuang untuk keluarganya,” ungkapnya penuh haru.

“Ada orang yang kehilangan ibunya, ada yang kehilangan seorang guru, ada yang kehilangan seorang anak. Jadi kita dari jauh juga merasakan sakitnya. Ini tuh wanita-wanita tangguh, bolak-balik kerja, pulang, kerja, pulang. Mereka itu hebat, wanita pejuang yang bisa menjadi tulang punggung keluarga,” imbuh Jeje memuji dedikasi para korban.

- Advertisement -

Desakan Evaluasi Transportasi Umum

Dalam kesedihannya, Jeje tak lupa memanjatkan doa agar amal ibadah seluruh korban diterima di sisi-Nya, dan keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberikan ketabahan serta kesabaran yang luar biasa.

Sebagai pengguna aktif layanan komuter, Jeje beserta suaminya, Rio, juga menyimpan harapan besar kepada pihak otoritas terkait. Mereka mendesak agar insiden maut ini menjadi evaluasi total untuk memperbaiki sistem keselamatan perkeretaapian agar insiden serupa tidak terulang kembali di masa depan.

“Kita selalu berharap supaya transportasi umum terutama bisa tetap aman dan nyaman. Karena kita juga sebagai orang yang lumayan sering pakai transportasi umum, jadi kita mengharapkan supaya tetap aman gitu,” pungkas mereka menuntut jaminan keamanan dari penyedia layanan.

- Advertisement -

Artikel Terkait :

Artikel Terkait :

Trending

#Taggar Trending

- Advertisment -