BerandaBerita UtamaBangladesh Berduka: 294 Anak Tewas Akibat Wabah Campak yang Meluas

Bangladesh Berduka: 294 Anak Tewas Akibat Wabah Campak yang Meluas

- Advertisement -

Krisis kesehatan serius tengah mengguncang Bangladesh seiring dengan melonjaknya kasus kematian anak akibat wabah campak dan gejala serupa lainnya. Otoritas kesehatan setempat melaporkan pada hari Minggu bahwa dalam 24 jam terakhir, setidaknya 10 anak kembali dinyatakan meninggal dunia. Angka ini menambah daftar panjang korban jiwa yang kini telah mencapai total 294 orang sejak pertengahan Maret lalu.

Berdasarkan buletin terbaru dari Direktorat Jenderal Layanan Kesehatan Bangladesh, situasi di lapangan kian mengkhawatirkan dengan adanya laporan lebih dari 1.260 kasus infeksi baru hanya dalam satu hari terakhir. Secara akumulatif, total kasus infeksi di negara tersebut kini telah melampaui angka 45.800 kasus.

Dhaka Jadi Pusat Konsentrasi Pasien

Wilayah ibu kota, Dhaka, mencatatkan statistik paling kelam dengan jumlah kematian tertinggi mencapai 149 korban jiwa. Lonjakan beban kerja medis di Dhaka juga dipicu oleh banyaknya pasien dari daerah perdesaan yang berbondong-bondong datang untuk mendapatkan perawatan lanjutan. Banyak dari pasien tersebut memerlukan akses mendesak ke fasilitas penunjang hidup (life support) yang terbatas di daerah asal mereka.

Kondisi ini diperparah dengan adanya kekurangan serius alat uji (testing kits) secara nasional. Kelangkaan ini menghambat kecepatan penanganan dan deteksi dini, sehingga penyebaran virus menjadi lebih sulit dikendalikan secara efektif.

Penyebaran Meluas ke 91 Persen Wilayah

Lembaga kesehatan dunia, World Health Organization (WHO), memberikan peringatan keras bahwa infeksi campak telah menyebar ke 58 dari 64 distrik yang ada di Bangladesh. Dengan kata lain, virus ini telah menjangkiti sekitar 91 persen wilayah administratif negara tersebut, yang menandakan tingkat penularan yang sudah sangat meluas dan sistemik.

WHO menganalisis bahwa akar masalah dari wabah mematikan ini berkaitan erat dengan menurunnya cakupan imunisasi rutin di Bangladesh. Hal tersebut merupakan dampak langsung dari terjadinya kekosongan stok vaksin secara nasional pada periode 2024–2025.

Upaya Vaksinasi Massal

Menanggapi situasi darurat ini, Kementerian Kesehatan Bangladesh telah meluncurkan kampanye vaksinasi khusus sebagai langkah pencegahan tambahan. Sejak bulan April, pemerintah mengeklaim telah berhasil menyuntikkan vaksin kepada lebih dari 16,23 juta anak di berbagai wilayah.

- Advertisement -

Campak sendiri merupakan penyakit virus yang sangat menular dan memberikan ancaman fatal bagi anak-anak, terutama mereka yang mengalami gizi buruk atau belum mendapatkan proteksi vaksin. Tanpa penanganan tepat, campak dapat memicu komplikasi mematikan seperti pneumonia (radang paru-paru) hingga radang otak.

Kini dunia internasional menaruh perhatian besar pada upaya Bangladesh untuk memutus rantai penularan ini sebelum angka kematian terus bertambah tajam. Menurut Bos sendiri, apakah sistem pengawasan distribusi vaksin di tingkat global perlu diperketat lagi agar kasus kekosongan stok nasional tidak terulang di negara mana pun?

- Advertisement -

Artikel Terkait :

Artikel Terkait :

Trending

#Taggar Trending

- Advertisment -