BerandaBerita UtamaWaspada! Polisi Bongkar Peredaran Narkoba Modus Liquid Vape di Medan

Waspada! Polisi Bongkar Peredaran Narkoba Modus Liquid Vape di Medan

- Advertisement -

Peredaran narkotika di Kota Medan kembali menunjukkan perubahan modus operandi yang mengkhawatirkan.

Terbaru, sindikat pengedar narkoba menyamarkan zat yang sebelumnya dikenal sebagai Happy Water bertransformasi menjadi liquid vape (cairan rokok elektrik) demi menyasar kalangan anak muda secara lebih masif.

Kasat Narkoba Polrestabes Medan, Kompol Rafli Yusuf Nugraha, menegaskan bahwa fenomena ini telah menjadi perhatian serius pihak kepolisian karena peredarannya makin digandrungi oleh generasi muda.

Status Hukum dan Kandungan Berbahaya

Rafli menjelaskan bahwa pemerintah dan aparat penegak hukum tidak tinggal diam melihat ancaman ini.

“Ini sudah seperti hantu atau momok bagi anak muda. Pemerintah sebenarnya tidak tinggal diam, bahkan vape tertentu sudah dikategorikan sebagai golongan dua sesuai Permenkes Nomor 15 Tahun 2025,” tegas Kompol Rafli di Medan, Senin (4/5/2026).

Pihak kepolisian berhasil mengamankan dua jenis liquid vape dari lokasi berbeda, yakni dari sebuah apartemen mewah di Medan dan wilayah Tanjungbalai.

Meski kedua produk ini memiliki tampilan kemasan luar yang berbeda—berlabel Ice Blue dan Ferrari—keduanya terbukti mengandung zat mematikan.

Berdasarkan pendalaman dari tim laboratorium forensik, ditemukan sejumlah fakta:

- Advertisement -
  • Vape Ice Blue: Mengandung etomidate dan ketamine yang diekstrak menjadi cairan. Efek sampingnya meliputi anestesi, relaksasi otot ekstrem, hingga kecanduan akut.
  • Vape Ferrari: Diamankan di Tanjungbalai, juga terbukti mengandung olahan etomidate.
  • Dampak Medis: Cairan dari apartemen tersebut memiliki efek yang jauh lebih cepat dalam merusak organ tubuh, terutama melemahkan otot dan menghancurkan paru-paru.

Modus Operandi: Apartemen dan Ojek Online

Dalam pengungkapan kasus ini, Polrestabes Medan juga membongkar metode baru yang digunakan para pelaku untuk mengelabui aparat.

Para bandar secara sengaja menyamarkan lokasi penyimpanan barang haram tersebut di sebuah apartemen yang terlihat bersih dan eksklusif.

Seluruh transaksi pembayaran dan penyerahan barang dilakukan di luar area apartemen untuk memutus jejak.

Untuk jalur distribusi, para pelaku memanfaatkan jasa ojek online (ojol). Cara ini memungkinkan peredaran narkoba menjangkau berbagai wilayah di Kota Medan secara mulus tanpa menimbulkan kecurigaan dari pihak keamanan lingkungan maupun warga.

Dari sisi ekonomi pasar gelap, produk liquid vape berbahaya ini bukanlah barang murah. Rafli menuturkan bahwa satu kemasan botol kecil dijual dengan harga fantastis, berkisar antara Rp2,2 juta hingga Rp2,5 juta.

Sementara itu, pihak penjual atau kurir ojek yang bersedia mengambil risiko mengantarkan barang tersebut diupah minimal Rp500 ribu untuk setiap kali jalan.

- Advertisement -

Artikel Terkait :

Artikel Terkait :

Trending

#Taggar Trending