BerandaBerita UtamaKisah Haru Nenek Malka, Jemaah Haji Lansia Asal Bone Tanpa Pendamping

Kisah Haru Nenek Malka, Jemaah Haji Lansia Asal Bone Tanpa Pendamping

- Advertisement -

Langkah perlahan namun penuh syukur mengiringi kedatangan Nenek Malka saat memasuki kamar hotelnya di Madinah.

Wajah perempuan berusia tujuh puluh lima tahun asal Bone tersebut tak bisa menyembunyikan rasa lelahnya setelah menempuh perjalanan udara yang panjang dari Tanah Air menuju Tanah Suci.

Luar biasanya, Nenek Malka datang untuk menunaikan rukun Islam kelima ini seorang diri, tanpa didampingi oleh sanak keluarga tercinta. Penantian panjang selama lima belas tahun akhirnya terbayar lunas di usianya yang kini telah menginjak masa senja.

Dedikasi Tanpa Batas Petugas PPIH

Meski berada jauh dari keluarga, Nenek Malka tidak pernah benar-benar dibiarkan merasa sendiri. Di Hotel Arkan Al Manar tempatnya menginap, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) bagian lansia dan disabilitas (landis) secara rutin mendatangi kamar-kamar para jemaah lansia.

Mereka memastikan seluruh kebutuhan jemaah terpenuhi dengan penuh kelembutan dan kasih sayang. Tak tanggung-tanggung, para petugas ini telaten membantu memandikan, mengganti pakaian, hingga menyiapkan jadwal minum obat untuk Nenek Malka. Sentuhan tulus dan sederhana ini membuat suasana kamar kerap dipenuhi rasa haru.

“Saya merasa seperti ditemani keluarga sendiri di sini. Petugas sangat sabar membantu saya setiap hari,” ujar Nenek Malka dengan mata berkaca-kaca kepada Media Center Haji (MCH) di Madinah, Arab Saudi, Senin (1/5/2026).

Pendampingan Ekstra di Kota Suci

Salah satu Petugas Landis, Abdurrabbani, mengungkapkan bahwa melayani jemaah lansia memang membutuhkan tingkat kesabaran dan empati yang sangat tinggi, mengingat banyaknya jemaah lansia yang berangkat menunaikan haji tanpa pendampingan keluarga.

- Advertisement -

“Kami rutin mengunjungi hotel dan membantu lansia tanpa pendamping. Mereka membutuhkan perhatian agar tetap nyaman beribadah,” jelas Abdurrabbani.

Pendampingan tulus ini tidak hanya terbatas di area hotel. Para petugas juga setia mendampingi langkah perlahan para lansia menuju Masjid Nabawi dan Raudhah, sembari menjadi pendengar yang baik bagi cerita-cerita para jemaah. Petugas kesehatan juga bersiaga memantau kondisi fisik lansia setiap harinya untuk memastikan kebutuhan medis tercukupi dan ibadah berjalan aman.

Di tengah hiruk-pikuk keramaian Kota Madinah, Nenek Malka akhirnya bisa merasakan hangatnya pelukan perhatian dari orang-orang asing yang mengabdi dengan tulus. Tangis harunya pun pecah setiap kali ia melangitkan doa untuk keluarga tercintanya di kampung halaman.

- Advertisement -

Artikel Terkait :

Artikel Terkait :

Trending

#Taggar Trending