BerandaBerita UtamaTensi Memanas! Jerman Desak Iran Buka Selat Hormuz Usai Ancaman Trump

Tensi Memanas! Jerman Desak Iran Buka Selat Hormuz Usai Ancaman Trump

- Advertisement -

Eskalasi ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kini menyeret sekutu dekat Washington di Eropa ke dalam pusaran konflik yang lebih dalam. Jerman secara resmi memberikan reaksi keras tak lama setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan rencana penarikan ribuan personel militernya dari wilayah Jerman. Melalui Menteri Luar Negerinya, Johann Wadephul, Jerman kini mendesak Teheran untuk segera mengambil langkah de-eskalasi dengan membuka jalur perdagangan strategis, Selat Hormuz.

Pernyataan ini muncul di tengah retaknya hubungan diplomatik antara Berlin dan Washington. Meski sedang bersitegang dengan Trump soal kehadiran militer, Jerman tampaknya tetap memilih berdiri satu barisan dengan AS dalam menghadapi ambisi nuklir Iran.

Misi Sama di Tengah Keretakan Hubungan

Menteri Luar Negeri Jerman, Johann Wadephul, melalui unggahannya di media sosial X, menegaskan bahwa Berlin dan Washington masih memiliki visi yang sama dalam menjaga stabilitas keamanan global. Wadephul mendesak agar Iran bersikap kooperatif terhadap tuntutan internasional.

“Sebagai sekutu dekat AS, kami memiliki tujuan yang sama: Iran harus sepenuhnya dan secara terverifikasi meninggalkan senjata nuklir dan segera membuka Selat Hormuz seperti yang juga dituntut oleh Menteri Luar Negeri (AS) Marco Rubio,” tulis Wadephul sebagaimana dikutip dari laporan AFP pada Minggu (3/5/2026).

Langkah diplomasi Jerman ini dinilai sebagai upaya untuk menyeimbangkan hubungan dengan AS. Hal ini menarik perhatian karena sebelumnya, Friedrich Merz sempat melontarkan kritik pedas terhadap strategi Washington. Pekan lalu, Merz mengecam kurangnya strategi kepemimpinan AS yang dianggapnya sedang “dipermalukan” oleh Iran dalam konflik yang terus berlarut-larut.

Ancaman Penarikan Pasukan oleh Donald Trump

Ketegangan antara dua sekutu lama ini memuncak setelah Presiden Donald Trump menyatakan niatnya untuk menarik lebih dari 5.000 pasukan dari pangkalan-pangkalan di Jerman. Trump beralasan bahwa keputusan ini merupakan konsekuensi dari keretakan hubungan dan ketidakpuasannya terhadap komitmen pertahanan Jerman.

Merespons ancaman tersebut, Menteri Pertahanan Jerman, Boris Pistorius, bersikap lebih tenang namun tetap memberikan peringatan tersirat. Pistorius menyebut bahwa keputusan AS tersebut sebenarnya sudah bisa diprediksi, namun ia mengingatkan bahwa kehadiran militer Amerika di Eropa bukan hanya menguntungkan tuan rumah.

- Advertisement -

“Kehadiran tentara Amerika di Eropa, dan khususnya di Jerman, adalah demi kepentingan kita dan kepentingan AS,” ujar Pistorius dilansir dari BBC.

Hingga saat ini, stabilitas di Selat Hormuz masih menjadi kekhawatiran utama pasar energi dan logistik global. Blokade atau gangguan di jalur pelayaran tersebut diprediksi dapat memicu guncangan ekonomi yang masif bagi banyak negara, termasuk Jerman yang sangat bergantung pada stabilitas jalur perdagangan internasional tersebut.

- Advertisement -

Artikel Terkait :

Artikel Terkait :

Trending

#Taggar Trending