BerandaBerita UtamaTingkatkan Literasi, Sofyan Tan Apresiasi Buku Memoar Teropong II Karya Alumni UMSU

Tingkatkan Literasi, Sofyan Tan Apresiasi Buku Memoar Teropong II Karya Alumni UMSU

- Advertisement -

Forum Alumni Teropong (Format) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) secara resmi menyerahkan buku berjudul Memoar Teropong II kepada Anggota Komisi X DPR RI, Sofyan Tan.

Langkah kreatif dari para alumni pers mahasiswa ini pun langsung mendapatkan apresiasi yang sangat positif dari sang wakil rakyat.

Ketua Dewan Pembina Format UMSU, Dr. Muhammad Arifin, menjelaskan bahwa selama delapan tahun berdiri, pihaknya telah konsisten menerbitkan karya buku yang merekam jejak kisah, dinamika, dan suka duka kepengurusan pers mahasiswa dari masa ke masa.

“Buku itu telah sampai di tangan Bapak Sofyan Tan saat kami serahkan langsung, dan beliau mengapresiasi secara positif.

Sehingga kami juga berterima kasih atas kegiatan Semarak Budaya dan sambutannya terhadap hasil karya para alumni pers kampus menjadi sebuah buku,” ujar Arifin dalam keterangannya, Minggu (3/5/2026).

Bukti Kepedulian Dunia Tulis-Menulis

Menurut Arifin yang juga menjabat sebagai Kepala Perpustakaan UMSU, buku Memoar Teropong II ini sangat layak untuk diterbitkan dan dibaca oleh khalayak luas, khususnya mahasiswa, karena merangkum sejarah kepemimpinan pers di lingkungan kampus.

“Ini bukti kami di Format sebagai alumni Teropong sangat peduli tentang dunia tulis-menulis,” tegasnya.

- Advertisement -

Sementara itu, Anggota Komisi X DPR RI, Sofyan Tan, menyoroti bahwa aktivitas menulis tidak pernah bisa dipisahkan dari kemampuan membaca yang mumpuni.

Ia menekankan pentingnya mental investigatif serta prinsip keberimbangan data bagi seorang penulis.

“Menulis itu harus kuat membaca, investigatif, cover both side, dan menjunjung etika. Menulis adalah kemerdekaan. Orang yang menulis adalah orang yang merdeka,” ungkap Sofyan Tan.

Dorong Produktivitas Literasi Anak Bangsa

Dalam kesempatan tersebut, ia juga sempat menyinggung keprihatinannya terkait masih rendahnya tingkat produktivitas literasi di Indonesia jika dibandingkan dengan negara-negara lain.

Berdasarkan pandangannya, rata-rata masyarakat Indonesia hanya mampu menghasilkan satu buku per tahun, sangat tertinggal dibandingkan produktivitas di luar negeri.

Oleh karena itu, kehadiran karya dari kawan-kawan pers mahasiswa ini diharapkan mampu menjadi pemantik semangat baru di lingkungan akademis.

“Karena itu, kita mengajak generasi muda untuk terus meningkatkan semangat membaca dan menulis,” pungkas Sofyan memberikan dorongan semangat bagi mahasiswa dan generasi penerus bangsa.

- Advertisement -

Artikel Terkait :

Artikel Terkait :

Trending

#Taggar Trending