BerandaBerita UtamaTragis, Bocah 4 Tahun di Rokan Hilir Tewas Diduga Korban Kekerasan Seksual

Tragis, Bocah 4 Tahun di Rokan Hilir Tewas Diduga Korban Kekerasan Seksual

- Advertisement -

Sebuah tragedi memilukan mengguncang Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Provinsi Riau. Seorang anak perempuan yang baru berusia 4 tahun berinisial A, meninggal dunia usai diduga kuat menjadi korban kekerasan seksual.

Kapolres Rohil, AKBP Isa Imam Syahroni, turut hadir langsung memberikan penghormatan terakhir dalam prosesi pemakaman korban pada Sabtu (2/5/2026).

Tiba sekitar pukul 10.30 WIB, kehadiran Kapolres yang didampingi Wakil Bupati Rohil Jhony Charles serta jajaran aparat setempat ini merupakan bentuk dukungan moril bagi keluarga sekaligus wujud kehadiran negara dalam merespons kejahatan luar biasa.

Kami menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya atas kejadian yang menimpa ananda A. Semoga keluarga diberikan ketabahan, dan kami berjanji akan mengusut tuntas kasus ini,” tegas AKBP Isa dalam keterangannya di lokasi pemakaman.

Awal Mula Kasus Terbongkar

Kasus tragis ini bermula ketika korban mengalami demam tinggi yang tak kunjung reda selama berhari-hari. Awalnya, pihak keluarga membawa korban ke bidan setempat dan hanya dinyatakan mengalami dehidrasi. Namun, kondisi kesehatan korban justru semakin memburuk meskipun telah diberikan obat penurun panas.

Merasa ada yang janggal, orang tua akhirnya membawa korban ke fasilitas kesehatan yang lebih memadai, yakni Puskesmas terdekat. Di sanalah fakta memilukan akhirnya terkuak.

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, dokter mendapati adanya luka yang tidak wajar pada bagian intim korban.

- Advertisement -

“Dari hasil pemeriksaan dokter Puskesmas, kemaluan korban mengalami kekerasan akibat benda tumpul,” ungkap pihak kepolisian berdasarkan laporan medis.

Mengetahui kondisi yang sudah sangat kritis, korban segera dirujuk ke rumah sakit guna mendapatkan penanganan intensif.

Nahas, takdir berkata lain. Nyawa bocah tak berdosa ini tak lagi dapat diselamatkan, dan korban menghembuskan napas terakhirnya pada Jumat (1/5/2026) dini hari.

Hingga saat ini, jajaran kepolisian terus melakukan penyelidikan mendalam. Sejumlah saksi kunci telah dimintai keterangan guna memburu dan menangkap predator biadab yang harus bertanggung jawab atas kejadian ini.

- Advertisement -

Artikel Terkait :

Artikel Terkait :

Trending

#Taggar Trending